Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

Thank's to

Minggu, 29 Maret 2009

Minggu, 29 Maret 2009 | 11:22 WIB

CITRA sebagian suporter Indonesia berperilaku kurang terpuji tampaknya harus segera dihapuskan karena hanya segelintir oknum saja yang bertindak brutal. Salah satu komunitas suporter yang patut dicontoh adalah Viking Distrik Barudak Bandung Selatan 12 (BBS 12).

Tanpa pamrih, mereka berada di tengah-tengah korban banjir di Kampung Palasari RW 03, Kelurahan Pasawahan, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, sekadar membantu warga di sana dalam memperbaiki jalan yang rusak akibat banjir, Minggu (22/3).

Sebanyak 75 anggota Viking BBS 12 bahu-membahu bersama warga kampung tersebut memperbaiki jalan sepanjang 150 cm yang kondisinya rusak parah. Mereka menambal, meninggikan, dan menyemen jalan yang menjadi satu-satunya akses warga kampung menuju jalan utama Cisirung.

Menurut Panglima Viking BBS 12, Dedep, aksi sosial tersebut merupakan bentuk nyata bahwa bobotoh bukan hanya memberikan dukungan kepada Persib di stadion, tapi lebih dari itu bobotoh memiliki kepedulian tinggi bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan.

"Kami datang ke kampung tersebut tanpa pamrih, hanya ingin membantu warga yang sedang memperbaiki jalan. Kebetulan kebanyakan anggota sedang libur sehingga kami sepakat untuk kerja bakti di kampung tersebut," jelasnya.

Dengan bantuan dari puluhan bobotoh, perbaikan jalan yang tadinya direncanakan akan menghabiskan waktu tiga hari lebih bisa diselesaikan hanya dalam waktu enam jam saja. Jalan yang tadinya rusak akhirnya kembali mulus serta memberikan kemudahan bagi warga untuk keluar-masuk kampung.

"Ini bagian dari silaturahmi dan bakti sosial dari bobotoh untuk masyarakat. Base camp kami di Dayeuhkolot. Karena itu, sudah sewajarnya kami membantu para korban banjir," kata Dedep. (tor)

Memperbaiki Citra Bobotoh
MASIH ingat kan aksi brutal bobotoh ketika Persib dikalahkan Persija 1-3 di Stadion Siliwangi? Oknum bobotoh melempari pemain Persija dengan batu, bahkan beberapa oknum sempat berbuat ulah di jalanan dengan merusak beberapa mobil berpelat B.

Hukuman Komdis PSSI yang melarang laga Persib ditonton bobotoh dan harus digelar di luar Bandung menjadi tamparan keras bagi bobotoh sehingga tersadar untuk tidak mengulangi lagi kesalahan serupa. Kini bobotoh Persib lebih dewasa dan bisa berpikir lebih positif lagi untuk berulah.

Salah satu buktinya adalah aksi sosial yang dilakukan Viking BBS 12 Dayeuhkolot. Puluhan bobotoh dengan sukarela membantu warga memperbaiki jalan rusak akibat banjir. Bukan hanya itu, mereka menjadi sukarelawan saat membantu mengevakuasi korban banjir ke tempat pengungsian.

Daerah Dayeuhkolot hampir setiap tahun terkena banjir luapan Sungai Citarum karena daerah tersebut berada di daerah cekungan. Sudah beberapa hari ini, sejumlah titik di Dayeuhkolot terimbas banjir Citarum.

"Kami ingin menghilangkan citra bahwa bobotoh itu brutal. Mungkin itu dulu, tapi sekarang bobotoh bisa berbaur di masyarakat. Kami tidak hanya jago memberikan dukungan, tapi juga punya sisi sosialnya," ujar Dedep. (tor)

Read more...


Minggu, 29 Maret 2009 | 11:16 WIB

BANDUNG, TRIBUN - Pertandingan Persib Bandung melawan Persija Jakarta pada tanggal 6 Juni mendatang akan menjadi penentu siapa yang akan keluar sebagai kampiun Liga Super Indonesia 2009. Begitu penilaian dari kapten Persib, Suwita Pata, yang memprediksi akhir kompetisi ini akan seperti apa nantinya.

Pemain bernomor punggung 19 ini mementahkan prediksi dari beberapa pihak yang sudah memperkirakan Persipura akan keluar sebagai juara. Saat ini Persipura terus mendulang poin dan semakin perkasa di puncak klasmen dengan torehan 52 poin di saat tim-tim pesaingnya justru istirahat karena pemilu.

"Tidak bisa dicap bahwa Persipura telah juara karena pertandingan masih banyak dan tim mana pun masih berpeluang untuk juara. Tim yang masuk delapan besar masih punya peluang besar dan Persib salah satunya yang masih berpeluang untuk juara," jelas Suwita.

Pertandingan Persija melawan Persib nanti, kata Suwita, akan menentukan siapa yang akan keluar sebagai juara karena pertandingan tersebut merupakan big match terakhir yang mempertemukan tim favorit juara.

"Pertandingan melawan Persija akan menjadi penentu bagi Persib bahkan bagi tim lainnya karena nantinya akan diketahui poin terakhir dari masing-masing tim," tambahnya.

Menurut Suwita, saat ini Persija dan Persib harus menunda empat pertandingan liga karena pemilu, sedangkan dua pesaing lainnya, Persipura dan Sriwijaya, sudah menggelar tiga pertandingan. Dengan kondisi ini, keunggulan 10 poin Persipura masih bisa terkejar oleh Persib.

"Kita masih belum bertanding tiga kali, sementara mereka sudah. Kami yakin bisa mengejar poin Persipura atau Sriwijaya. Segala kemungkinan masih bisa terjadi di akhir kompetisi," tegas Suwita.

Siapa pun yang bisa menang dalam pertandingan Persib-Persija, kata Suwita, punya peluang paling besar untuk menjadi juara. "Kami siap berjuang habis-habisan melawan Persija nanti meskipun cukup berat. Tapi kami optimistis bisa meraih hasil maksimal," kata Suwita. (tor)

Read more...

Minggu, 22 Maret 2009

KEDIRI, TRIBUN - Pelatih kepala Persib, Jaya Hartono, mengaku akan
lebih fleksibel terhadap susunan formasi pemain yang nantinya akan
diturunkan dalam setiap pertandingan Persib.

Sikap melunak yang ditunjukan Jaya tersebut berkaitan dengan jadwal
liga dan copa Indonesia yang super padat setelah pemilu legislatif.
BLI memadatkan jadwal pertandingan tertunda dari tanggal 17 April
sampai 4 Mei, sehingga kompetisi bisa rampung tepat tanggal 13 Juni
mendatang.

Untuk itu Jaya siap mengkombinasikan susunan formasi inti dengan
pemain cadangan.


"Saya akan persiapkan pemain pelapis untuk diturunkan pertama. Tidak
mungkin pemain diporsir di setiap pertandingan dengan format jadwal
super padat seperti sekarang ini," kata Jaya, Minggu (22/3) . (tor)

Read more...

Kamis, 12 Maret 2009

Konyol

Apapun alasannya sepertinya sepak bola di indonesia akan sulit untuk maju, betapa tidak di negeri yang besar ini segalannya begitu komplek sampai sampai urusan sepak bolapun dari tahun ke tahun selalu jelimet, mulai dari jadwal kompetisi yang gak jelas, izin kepolisian, tidak tahu mau dibawa kemana sepak bola negeri ini , seharusnya aparat membantu atau mereka memang sudah tak mampu mengingat jumlah personel mereka yang tidak cukup...tapi apapun sebaiknya sepak bola kita tidak menjadi korban, tega sekali mereka memutus spirit yang lagi " on fire"..dijamin motivasi merea tidak akan maksimal walaupun mereka dituntut profesional ahpokoknya sepak bola kita mah lieur

Read more...

Rabu, 11 Maret 2009



BANDUNG, TRIBUN - Asisten pelatih Persib, Robby Darwis, meminta kepada seluruh pemain agar tetap fokus mempersiapkan diri untuk menghadapi Pelita Jaya Jabar yang hingga kini jadwalnya masih belum ada kejelasan.

Diakui Robby, sebagian besar pemain Persib memang saat ini menjadi kurang fokus karena terpengaruh ketidakpastian jadwal. Pemain seperti gamang mempersiapkan diri untuk bertanding melawan mana karena dua jadwal terdekat melawan Pelita dan PSIS masih digantung.

"Meskipun belum ada kejelasan jadwal bertanding, tetap saja seluruh pemain harus tetap fokus ke pertandingan terdekat yaitu melawan Pelita," jelasnya.
Robby menegaskan sebelum ada keputusan dari BLI tentang penjadwalan ini, maka pertandingan melawan Pelita dianggap saja tetap dilaksanakan pada tanggal 16 Maret.

"Sebelum ada keputusan resmi, kita harus tetap fokus akan bertanding pada tanggal 16 Maret," katanya.

Ditambahkan Robby, jika tidak fokus dikhawatirkan pertandingan memang tetap dilaksanakan pada tanggal 16 Maret. "Kita harus siap jika mendadak jadwal tetap ditanggal 16 Maret, kalau pun salah pemain pun tidak dirugikan karena latihan selama ini bermanfaat untuk menjaga kondisi fisik kita," ujarnya. (tor)

Read more...

Kamis, 05 Maret 2009



APA jadinya jika musuh bebuyutan bertemu di satu tempat? Jawabannya bisa ditunggu hari Sabtu 7 Maret mendatang di kediaman Atep di Kampung Jangari, Ciranjang, Kabupaten Cianjur, saat Atep menggelar resepsi pernikahannya dengan Lilis Jumaeni.

Berdasarkan list undangan yang disebar keluarga besar kedua mempelai, terdapat empat buah kartu undangan spesial dan istimewa. Keempat kartu undangan tersebut diperuntukan kepada tim Persib Bandung, Persija Jakarta, Viking dan The Jak Mania.

"Betul, saya mengundang mantan tim saya, Persija, kemudian tim yang kini saya bela, Persib, serta kedua suporternya yaitu Viking dan The Jak Mania," kata gelandang Persib ini.

Keempat tamu istimewanya itu spesial diundang Atep karena keempatnya dinilai berhasil mengangkat prestasi dan karier sepak bolanya. "Mereka yang banyak membantu karier sepak bola saya, selain orang tua dan Lilis," jelasnya.

Gelandang elegan milik Persib ini berharap semua permasalahan, pertikaian atau pun embel-embel musuh bebuyutan, untuk sementara ditanggalkan dulu dalam acara resepsi tersebut.Bagi kami hal itu (perseteruan Viking dengan The Jak) tidak akan jadi tembok yang menghalangi kisah kasih kami. Bagi kami cinta di atas segalanya karena kami saling mencintai setulus hati. Lilis akan menjadi motivator karier dan prestasi sepak bolaku."

ATEP boleh lincah mengolah si kulit bundar di lapangan. Satu dua lawan pasti bisa dilewatinya. Dia elegan menyisir seluruh lapangan dan sekali-kali sukses mencetak gol. Tapi pada hari Minggu 1 Maret 2009, tepat pukul 11.00, kelincahannya harus terhenti di sebuah meja di Masjid Al Falaah Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Di hadapan penghulu dan perhiasan emas 60 gram sebagai mas kawinnya, Atep tidak lincah lagi seperti di lapangan. Atep disergap ketegangan dan sorot matanya menatap tajam penghulu penuh kekhawatiran. Atep minggu siang kemarin memang dihinggapi ketegangan menjelang detik-detik prosesi ijab kabul pernikahannya dengan Lilis Jumaeni, wanita yang sudah dipacarinya sejak 2005.

Sejak Minggu kemarin, Atep resmi berstatrus suami dari Lilis Juameni. Uniknya wanita yang dinikahinya itu merupakan anggota The Jak Angel, komunitas suporter perempuan Persija Jakarta.

Dikatakan unik karena sudah menjadi rahasia umum bahwa Persija dan Persib merupakan musuh bebuyutan yang berimbas jadi perseteruan The Jak Mania dan Viking. Tapi semuanya itu tidak berarti bagi kedua mempelai. Bagi Atep dan Lilis cinta di atas segala-galanya.

"Bagi kami hal itu (perseteruan Viking dengan The Jak) tidak akan jadi tembok yang menghalangi kisah kasih kami. Bagi kami cinta di atas segalanya karena kami saling mencintai setulus hati. Lilis akan menjadi motivator karier dan prestasi sepak bolaku," kata Atep diamini oleh sang istri.

Pengantin baru ini belum merencanakan berbulan madu karena harus menyesuaikan dengan jadwal kompetisi. Tapi kalau urusan momongan, kedua pasangan muda ini berencana mempunyai tiga anak. "Kami sepakat ingin segera mempunyai momongan. Tiga orangsudah cukup," ucap Lilis.



"Saya berharap tidak terjadi apa-apa nantinya. Sehari saja berdamai untuk Atep," pinta Atep. Tentunya tidak hanya sehari, damai selamanya adalah harapan banyak pihak, bukan begitu Tep

Read more...

  © Blogger templates ProBlogger Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP